Cara Sederhana Merawat Lapangan Futsal Agar Awet

Cara Sederhana Merawat Lapangan Futsal Agar Awet

Jaman sekarang siapa yang tidak kenal dengan olahraga futsal. Kepopuleran olahraga ini semakin hari memang semakin tinggi. Kebutuhan bermain futsal yang sangat simpel membuat orang lebih suka memainkannya daripada sepak bola. Bagaimana tidak, lapangan futsal cenderung lebih kecil dan jumlah orang untuk bermain juga lebih sedikit. Sehingga lebih mudah untuk memainkannya bersama kawan-kawan sejawat.

Cara Sederhana Merawat Lapangan Futsal Agar Awet

Apalagi kita juga bisa memilih berbagai jenis lapangan seperti lapangan matras atau juga jenis rumput sintetis. Pilihan ini membuat bermain futsal menjadi semakin asik dan seru. Para pebisnis juga akan semakin bersemangat memberikan pelayan kepada para pelanggan. Pastinya beragam perawatan akan mereka lakukan demi mejaga kenyamanan dan keamanan para pemain selama di dalam dan di luar lapangan. Nah, mungkin sebagian pebisnis sewa lapangan futsal masih kebingungan apa saja perawatan yang perlu dilakukan. Ada beberapa cara merawat lapangan yang cukup penting untuk dilakukan oleh para pemilik lapangan.

Cara Merawat Lapangan Futsal

Mengecek Rumput Sintetis

Kita pasti sudah tahu jika lapangan untuk bermain futsal terbagi menjadi dua yaitu matras dan sintetis. Bagi para pebisnis mengganggap lapangan sintetis lebih menguntungkan. Karena banyak sekali pelanggan yang lebih menyukainya. Ini karena saat bermain di lapangan dengan rumput sintetis akan lebih seru dan serasa rumput asli. Tapi sebagai pemiliki harus tetap memperhatikan rumput sintetisnya. Karena jika tidak akan sangat mengganggu permainan futsal para pelanggan. Cara merawatnya lakukan pengecekan setiap seminggu sekali pada setiap sisi lapangan rumput sintetis. Kadang kala rumput ada yang mengelupas karena salah pemasangan atau karena sepatu pemain yang keras.

Baca juga: Tips Membangun atau Memilih Lapangan Futsal yang Tepat dan Nyaman

Jaring Pembatas

Pemilik lapangan futsal juga harus sering melakukan pengecekan pada jaring yang membatasi pada setiap pinggir lapangan. Karena sangat sering terjadi para pemain yang lelah menyandarkan badannya pada jaring-jaring tersebut. Sehingga menyebabkan jaring tersebut kendur atau bahkan putus. Jaring yang kendur akan sangat mengganggu kenyamanan selama bermain futsal. Untuk itu sering-seringlah mengecek kondisi jaring.

Ada beberapa langkah antisipas yang bisa kita lakukan sendiri seperti memberikan semprotan khusus pada rumput sintetis. Ini berfungsi agar rumput tersebut lebih kuat dan tahan lama. Selain itu untuk menjaga kualitas rumput, kita bisa memberikan papan peringatan kepada para pemain untuk menggunakan sepatu khusus futsal. Dan jika memang ada bagian rumput yang mulai lepas cobalah untuk segera memperbaiki agar tidak merembet ke bagian lainnya.

Memang perawatan lapangan futsal terutama jenis sintetis tidak mudah dan tidak murah. Tapi tentunya kita akan mendapatkan keuntungan yang cukup banyak jika kita rajin merawat dan akan membuat rumput menjadi lebih awet. Jika tidak rajin dirawat maka rumput tersebut akan cepat sekali rusak dan memaksa kita untuk menggantinya dengan bagian yang baru.

Ketentuan Lapangan Futsal

Ketentuan Lapangan Futsal

Salah satu yang membedakan antara sepak bola dan futsal adalah pada lapangan futsal yang lebih kecil dibanding dengan lapangan sepak bola. Memang sih secara keseluruhan antara permainan futsal dan sepak bola hampir sama. Mungkin jika dalam aturan permainannya sepak bola dimainkan oleh 11 orang dalam satu tim sedangkan futsal cukup 5 orang saja. Selain itu dalam permainannya di dalam futsal tidak ada offside seperti di sepak bola.

Ketentuan Lapangan Futsal

Olahraga futsal ini juga mulai banyak digemari saat ini, dimana olah raga ini cukup digemari dan banyak dimainkan oleh kaum pria. Memang lapangan futsal ini banyak dijumpai di dalam gedung atau di GOR. Adapun biasanya disekitar lapangan dikelilingi oleh jaring sehingga bola tidak bisa melesat jauh dari lapangan. Sedangkan alasnya banyak yang menggunakan rumput sintetis atau juga matras. Selain memiliki tampilan yang menarik kedua bahan tersebut juga sangat enak untuk digunakan mengalirkan bola.

Baca juga: Ukuran Lapangan Futsal Standar Internasional

Bicara soal keseruan, permainan futsal ini juga tak kalah seru dengan sepak bola, meskipun lapangannya tak seluas lapangan sepak bola, tapi bermain futsal capeknya juga minta ampun deh. Nah ngomong-ngomong soal lapangan futsal, berikut adalah ukuran lapangan beserta aturan futsal standar internasional:

  • Panjang lapangan yaitu 25 – 43 meter dan lebarnya 15 – 25 meter.
  • Terdapat garis melintang di tengah lapangan. Dan ada garis di titik ujung dan juga sisi gawang yang lebarnya sekitar 8 cm.
  • Luas lingkaran pada bagian tengah yaitu 3 meter.
  • Adapun untuk wilayah pinalti dengan jangkauan busur yang luasnya mencapai 6 meter atas tiang gawang pada setiap kelompok. Selanjutnya titik pinalti yang pertama yaitu pada posisi tengah pada tempat di garis gawang dalam jangkauan 6 meter dan juga titik yang kedua yaitu dari pertengahan garis gawang berjarak 10 meter.
  • Adapun tinggi gawang yaitu 2 meter dan lebarnya 3 meter.
  • Dalam setiap permainan, setiap kelompok maksimal dimainkan oleh 5 orang dengan jumlah cadangan maksimal 7 orang tanpa ada batas pergantian pemain lama ataupun yang baru.
  • Dalam pertandingan resmi, ada dua wasit yang berada di luar lapangan dan hanya diperbolehkan masuk ketika ada permasalahan.
  • Waktu pertandingan yaitu 2 x 20 menit plus tambahan waktu dari wasit dengan waktu istirahat 10 menit.

Nah itu dia sob setidaknya beberapa ukuran lapangan futsal beserta aturan permainan futsal. Meskipun tak seluas lapangan sepak bola, para bermain futsal tak kalah aktif dengan bermain sepakbola. Dimana rasanya pun tak jauh berbeda, kita juga akan kecapekan apabila bermain full time. Dalam hal ini tentunya kekompakan antar pemain futsal sangatlah dibutuhkan sehingga bisa membentuk tim solid yang tak terkalahkan. Dengan demikian futsal sendiri menjadi olahraga yang cukup digemari meskipun masih tergolong olahraga yang baru.

Jenis-jenis Rumput Lapangan Bola yang Perlu Anda Ketahui

Jenis-jenis Rumput Lapangan Bola yang Perlu Anda Ketahui

Sepak bola adalah jenis olahraga yang sangat universal, bahkan di belahan dunia mana saja permainan tersebut dikenal baik. Beberapa ajang bergengsi sepak bola selalu dilakukan setiap tahunnya baik itu secara nasional ataupun internasional. Jika berbicara mengenai jenis olahraga satu itu tentunya tidak bisa terlepas dari lapangan bola yang digunakan. Seperti yang diketahui, bagus tidaknya lapangan itu menjadi tolak ukur kenyamanan para pemain dalam bermain. Dari mulai pengaturan garisnya, rumput, sampai dengan tatanan komponen lainnya. Dalam membuat lapangan sendiri sudah memiliki acuan yang tepat, jadi tidak bisa sembarangan.

Jenis-jenis Rumput Lapangan Bola yang Perlu Anda Ketahui

Lapangan yang telah berstandar internasional atau paling tidak sudah digunakan secara serius pasti akan dipelihara dengan baik. Hal itu juga terlihat dari pemilihan rumput yang tidak sembarangan, tahukah Anda rumput jenis apa yang digunakan? Nah, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai beberapa jenis rumput yang sering digunakan. Pada dasarnya rumput tersebut terbagi dalam 6 macam, tetapi hanya ada beberapa yang direkomendasikan secara baik, antaranya:

Rumput zoysia matrella.

Pertama ada jenis rumput yang bisa dikatakan paling baik dari pada jenis lainnya, kepekatan warna hijaunya menjadi salah satu kelebihan. Selain itu elastisitas dan tekstur yang runcing dinilai baik. Jenis ini juga masuk termasuk dalam lapangan bola yang berstandar internasional atau FIFA. Bagi Anda yang bermain diatas rumput tersebut sudah dapat dipastikan keamanannya. Tidak heran jika dalam harga jual dan perawatannya memang memerlukan biaya yang cukup tinggi dibandingkan dengan lainnya.

Rumput cynodon dactylon.

Sebenarnya pada jenis kedua ini tidak berbeda jauh dengan jenis pertama, tetapi memang ada beberapa perbedaannya. Dahulu jenis rumput yang mempunyai tekstur lembut serta mudah terkelupas ini hanya digunakan pada lapangan golf saja. Namun beberapa waktu belakangan ini sudah banyak klub sepak bola dunia yang menggunakan jenis rumput yang sama.

Rumput axonopus compressus.

Bentuk yang lebih lebar dari pada jenis lainnya menjadi ciri pembeda pertama pada jenis rumput satu ini. Akar yang dimiliki cukup kuat tetapi akan lebih mudah mengalami kerusakan jika tidak dirawat dengan tepat. Biaya yang murah dijadikan beberapa stadion di Indonesia menggunakan jenis rumput satu ini. Secara fisik dan kualitas pastinya berbeda dengan jenis kedua

Baca Juga Ini Dia Beberapa Lapangan Bola Terbaik di Dunia dan di Indonesia

Sebenarnya selain dari ketiga diatas ada beberapa jenis lainnya, seperti halnya sintetis yang cukup banyak juga digunakan. Harga yang murah serta perawatan yang mudah memang menjadi kelebihan sendiri. Namun, beberapa lapangan bola yang menggunakan jenis rumput tersebut tidak diperkenankan karena memang mempunyai resiko tinggi terhadap cideranya para pemain. FIFA sendiri yang mengeluarkan pernyataan bahwa adanya larangan keras penggunaan rumput sintetis. Jika Anda menginginkan untuk membuat lapangan sendiri dirumah bisa memilih dari beberapa jenis rumput diatas.