Berbagai Hal yang Bisa Menjadi Hikmah Saat Kematian Choirul Huda

Beberapa waktu lalu persepakbolaan Indonesia heboh dengan berita duka kematian dari Choirul Huda. Huda sendiri adalah salah satu kiper paling baik yang berada di tim sepak bola negara kita. Huda merupakan kiper dari grup Persela Lamongan. Ketika peristiwa itu terjadi, Huda sedang berjuang melawan grup Semen Padang. Ketika berita ini diturunkan, sudah pasti menjadi berita yang sangat mengejutkan karena ketika itu Huda dalam keadaan yang sangat baik ketika bertanding, tetapi saat pertandingan terjadi, terdapat insiden yang parah sehingga membuat dirinya harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Huda pada saat itu berbenturan dengan rekam tim yakni Ramon Rodrigues yang sama-sama sedang berusaha menghalau bola dari tim lawan. Benturan yang begitu keras ini langsung membuat Huda merasa kesakitan yang sangat dalam. Hal ini dilihat dari sorotan kamera yang mengarah pada dirinya yaitu terlihat sesudah berbenturan dan huda memegangi bagian rahang sampai ia tersungkur serta membuat medis bertindak secara cepat. Sesudah itu Huda dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, tidak lama kemudian ia dinyatakan meninggal.

Insiden ini memang menjadi pelajaran yang sangat penting untuk kita semua, apalagi hal yang berkaitan dengan persepakbolaan, ada beberapa evaluasi yang harus dijadikan sebagai pertimbangan agar nantinya dapat ditangani dengan lebih baik. lantas, hal-hal apa saja yang dapat dijadikan sebagai pelajaran? Pertama, jarak dari pusat kesehatan serta lapangan sepak bola. Kejadian yang dialami Choirul Huda terdapat hal yang harus dievaluasi lagi tentang bagaimana tindakan yang cepat dari tim medis. Hal yang tidak menguntungkan untuk masalah ini ialah jarak dari lapangan dan rumah sakit yang cukup jauh. Sudah pasti kecepatan untuk merawat korban dengan baik tidak dapat ditangani dengan secara maksimal. bayangkan jika lapangan dan rumah sakit cukup dekat, penanganan akan bisa dilakukan dengan lebih maksimal.

kesiapan dari tim kesehatan. hal penting yang menentukan keselamatan agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi adalah, tim medis harus segera menangani dengan baik. Bila perlu, lakukan persiapan dan evaluasi kesiapan tenaga medis agar lebih siap lagi saat terjadi hal yang semacam ini kedepannya. Karena, ketanggapan yang dimiliki tim kesehatan begitu menentukan keselamatan dari pemain, bahkan dapat dilihat dari kejadian saat itu, Huda telah mengalami benturan keras selama masa pertandingan.

Terakhir, adanya kelengkapan peralatan medis. Resiko jarak lapangan serta rumah sakit yang jauh sebetulnya bisa diminimalisir dengan adanya kelengkapan peralatan medis yang dimiliki. Sehingga, saat terjadi kecelakaan seperti yang dialami oleh kiper Choirul Huda dapat ditangani dengan sigap dan profesional walaupun masih berada di lapangan. Semoga peristiwa yang menyakitkan ini dapat menjadi pelajaran bagi kita.

 

 

Beberapa Fakta Mencengangkan dalam Meninggalnya Kiper Profesional Choirul Huda

Persepabolaan Indonesia kembali berduka atas meninggalnya seorang kiper handal dalam salah satu pertandingan yaitu Choirul Huda. Tidak ada yang menyangka bahwa kiper yang sampai saat ini membela klup Persela Lamongan itu meninggal pada usia yang cukup masih mudah 38 tahun. Dapat dikatakan ia merupakan salah satu pemain senior dari Persela, karena sejak tahun 1999 telah bergabung dalam klub kebanggaan masyarakat Lamongan tersebut. Bisa dihitung sendiri bahwa hampir 20 tahun Choirul membela klub tersebut sampai sebelum akhirnya meninggalkan.

Huda meninggal karena benturan keras yang dialaminya saat melakukan pertandingan melawan Semen Padang pada kompetisi Liga 1. Hal itu tentu saja menyentak publik sepak bola, apalagi untuk klub kebanggaannya Persela. Huda sendiri sempat dilarikan kerumah sakit tetapi memang takdir berkata lain yaitu nyawanya sudah tidak bisa tertolong lagi. Bagi Anda yang belum mengetahui kejadian itu, berikut ini ada beberapa fakta dari peristiwa kiper Persela tersebut, antara lain:

Baca juga: 4 Pelajaran Penting dari Peristiwa Choirul Huda yang Bisa Menjadi Bahan Evaluasi

  • Terbentur teman sendiri.

Kematian itu terjadi setelah sesaat Huda mengalami benturan hebat dengan teman satu timnya yaitu Ramon Rodrigues. Sebelumnya memang ia berhasil menyelamatkan bola yang mengarah menuju gawang Persela, tetapi ternyata kepala dari Huda mengalami benturan dengan kaki rekannya.

  • Sempat duduk.

Dan setelah mengalami benturan yang cukup keras kiper handal itu tidak langsung tak sadarkan diri. Huda masih sempat duduk dan selalu memegang dadanya, tetapi dalam waktu yang tidak begitu lama Choirul Huda ambruk dilapangan dan langsunglah petugas medis berburu-buru menuju lapangan dan mengambil tindakan.

  • Tidak langsung kerumah sakit.

Dari Tim medis menyebutkan bahwa kiper andalan Persela tersebut tidak langsung dibawa menuju rumah sakit setelah mengalami benturan karena memang masih sadar dan mengeluhkan sakit pada bagian dadanya.

  • Meninggal menjelang magrib.

Setelah sampai dirumah sakit memang masih bernyawa, dan pihak rumah sakit juga langsung memberikan penanganan khusus yaitu perawatan karena kondisinya sangat kritis. Tetapi setelah itu keadaan dari kiper tersebut semakin menurun dan akhirnya meninggal dunia tepat sebelum magrib.

  • Kepada dan leher.

Dari beberapa keluhan sang kiper yaitu sakitnya bagian dada ternyata bukan salah satu penyebabnya. Menurut pihak dokter yang menangani Huda mengatakan bahwa benturan yang dialami tersebut terjadi pada bagian kepala dan juga leher.

Banyak berita simpang siur mengenai meninggalnya sang kiper yang banyak diidolakan masyarakat karena professional kerjanya tersebut. Jika ditarik kesimpulan memang banyak hal yang bisa terjadi dalam lapangan pertandingan dari mulai hal sepele sampai dengan kejadian meninggalnya seorang pemain. Keinginan Choirul Huda untuk mempertahankan gawangnya sampai dengan mengalami berbagai benturan membuatnya patut disebut dengan kiper andalan dan professional.

 

4 Pelajaran Penting dari Peristiwa Choirul Huda yang Bisa Menjadi Bahan Evaluasi

Beberapa waktu lalu jagat persebakbolaan Indonesia dihebohkan dengan berita duka atas kematian salah satu kiper terbaik yang ada dalam sepak bola Indonesia yakni Choirul Huda yang merupakan kiper dari Persela Lamongan yang saat itu sedang bertanding melawan Semen Padang. Hal ini tentu menjadi salah satu berita yang cukup mengejutkan karena Huda pada saat itu dalam keadaan baik-baik saja pada saat bertanding, namun pada saat bertanding ada suatu insiden yang cukup parah dan membuat dirinya harus dilarikan ke rumah sakit.

Choirul Huda pada saat itu berbenturan dengan rekan satu timnya yakni Ramon Rodrigues yang juga sama-sama berusaha menghalau bola dari tim lawan. Benturan keras tersebut sontak membuat Huda merasakan kesakitan yang teramat, hal tersebut terlihat dari sorotan kamera yang mengarah padanya yakni terlihat setelah berbenturan dengan Ramon kemudian Huda memegangi bagian rahangnya hingga tersungkur dan membuat tim medis langsung bertindak dengan tanggap. Setelah itu Huda langsung dilarikan ke rumah sakit dan tidak lama kemudian dinyatakan meninggal. Insiden semacam ini sungguh sangat menjadi pelajaran penting terutama untuk sebuah hal yang berkaitan dengan persepakbolaan Indonesia, maka ada beberapa evaluasi yang harus menjadi pertimbangan agar ke depan bisa ditangani lebih baik:

  • Kesiapan tim medis,

Salah satu hal yang sangat penting dalam menentukan agar kejadian semacam ini ke depan harus segera ditangani dengan baik adalah sebaiknya perlu dilakukan lagi kajian ulang mengenai kesiapan tenaga medis yang harus lebih siap lagi jika terjadi hal semacam ini lagi ke depan. Sebab ketanggapan tim medis akan sangat menentukan keselamatan pemain. Bahkan bisa dilihat dari kejadian ini Huda telah mengalami beberapa benturan yang cukup keras selama pertandingan.

  • Jarak pusat kesehatan dan lapangan sepak bola,

Kejadian yang dialami oleh Huda adalah salah satu yang perlu dievaluasi lagi mengenai bagaimana tindakan yang sangat cepat dari tim medis dan salah satu hal yang kurang menguntungkan dalam hal ini diantaranya adalah beberapa lapangan sepak bola di Indonesia masih memiliki jarak yang cukup jauh dengan rumah sakit sehingga kecepatan untuk mengevakuasi korban atau para pemain yang tidak bisa ditangani secara langsung di tempat akan sangat membantu jika jarak rumah sakit sangat dekat.

  • Kelengkapan peralatan medis,

Jarak rumah sakit yang cukup jauh maka sebenarnya hal tersebut akan sangat diperlukan hal lainnya yang perlu ditingkatkan yakni dengan kelengkapan yang ada atau dari beberapa peralatan yang bisa dilengkapi di lapangan dari tim medis sehingga jika ada pemain bola atau seperti kasus Choirul Huda bisa ditangani dengan cara yang sangat professional meskipun di lapangan secara langsung.