Kaum Difabel Bukan Berarti Tak Berguna

Sudah seringkah kamu mendengar kata difabel? Bagaimana kamu menanggapi keterbatasan yang dimiliki oleh kaum difabel? Sebelum membahas lebih lanjut mengenai difabel, apakah kamu sudah mendengar bahwa Asian Para Games akan diadakan pada bulan Oktober ini?

Tentunya kenangan akan euforia Asian Games Agustus lalu masih teringat dalam benak kita bukan? Jangan sampai pula hilang kesempatan untuk menjadi  volunteer Asian Para Games 2018.

kaum difabel para games

Difabel sendiri menurut pengertiannya adalah keterbatasan diri, disabilitas atau dalam bahasa Inggris disebut dengan disability yang berarti keterbatasan dalam sifat dan kemampuan fisik, kemampuan sensorik, emosional, kognitif, mental, bahkan secara perkembangan dari kombinasinya.

Walau terkadang penyebutan yang sering ada di Indonesia kaum difabel diartikan adalah kaum cacat, agaknya penyebutan kata “cacat” itu kurang tepat. Difabel dan disabilitas memiliki arti yang berlainan.

Difabel merupakan sebuah singkatan yaitu different ability yang berarti bahwa seseorang memiliki kemampuan dalam menjalankan aktivitas secara berbeda dari kebanyakan yang dilakukan orang kebanyakan. Sementara disabilitas sendiri dapat diartikan sebagai seseorang yang tidak mampu berakomodasi pada lingkungan sekitarnya sehingga menyebabkan adanya disabilitas.

Gangguan yang dimiliki oleh kaum difabel biasanya berupa sebuah masalah pada fungsi tubuh atau struktur yang dimilikinya sehingga menyebabkan adanya keterbatasan dan pembatasan dalam menghadapi situasi lingkungan hidupnya. Terdapat pula tiga jenis penggolongan untuk penyandang difabel, yaitu :

  • Penyandang cacat secara fisik
  • Penyandang cacat secara mental
  • Penyandang cacat secara mental dan fisik

Namun kebijakan pemerintah untuk penyandang difabel cenderung hanya berbasis charity saja atau yang berbau belas kasih ehingga pemberdayaan bagi kaum difabel sendiri masih sangat sedikit. Untuk itulah diperlukan adanya sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang penyandang cacat (difabel) nomor 4 tahun 1997, dalam mengupayakan peningkatan kesejahteraan sosial kaum difabel yang tetap berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945. Serta kaum difabel tetap memiliki kesamaan dalam segala bentuk dan aspek kehidupan dan penghidupannya.

Kaum difabel sendiri sejatinya tidak akan pernah meminta untuk dikasihani akan keadaannya. Mereka hanya ingin dimengerti dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Bahkan tak jarang kaum difabel sendiri ternyata justru lmemiliki kemampuan yang lebih dibandingkan orang normal biasanya. Misalnya saja orang yang terlahir dengan tuna netra, justru dapat dengan mudahnya menghafalkan dan sensitif dengan hal yang menyangkut suara.

Tak jarang, kaum difabel dengan kaki buatan pun masih dapat mengikuti olahraga di bidang atletik atau bahkan di bidang renang yang terkadang orang normal tidak dapat mengikutinya. Jadi, bukan berarti orang yang memiliki keterbatasan atau kaum difabel justru tidak berguna.

Salah satu upaya pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan dan tidak adanya pembedaan agar tidak terjadi diskriminasi adalah dengan turut menyelenggarakan Asian Para Games, yang mana pada tahun 2018 ini, Indonesia menjadi Tuan Rumah bagi negara-negara peserta Asian Para Games.

Pada penyelenggaraan Asian Para Games ini terdapat 18 cabang olahraga dan sedikitnya terdapat 2.888 atlet yang akan bertanding yang berasal dari kaum difabel serta lebih dari 1.800 orang official. Pemerintah Indonesia sendiri berjanji pada pelaksanaannya untuk membuat suasana yang ramah bagi atlet difabel yang mengikuti perhelatan olahraga akbar ini. untuk mendukung dan memberikan motivasi kepada atlet difabel anda bisa menjadi asian para games volunteer.

Tak ketinggalan Bukalapak sebagai Official Sponsor turut untuk mendukung kesuksesan acara Asian Para Games 2018 yang diadakan di Jakarta pada bulan Oktober ini . Semoga dengan adanya penyelenggaraan Asian Para Games ini dapat ikut serta meningkatkan kualitas dan kesejahteraan serta penularan semangat yang dimiliki oleh kaum difabel tercinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *