Dunia Bola Indonesia: Sosok dan Karir Boaz Solossa

Dunia Bola – Siapa yang tidak mengenal sosok penyerang timnas Indonesia, Boaz Solossa dalam persepakbolaan Indonesia. Ia adalah salah satu tumpuan lini depan timnas Indonesia, sampai sekarang, sekaligus sebagai kapten timnas Indonesia. Pemain yang kini merumput di klub Persipura Jayapura, dikenal sebagai pemain yang menjunjung sportifitas dan profesionalitas. Mari kita simak sosok dan karir, pemain yang kini berusia 31 tahun ini.  Boaz Solossa, lahir  pada 16 Maret 1986 adalah pesepakbola profesional Indonesia yang saat ini bermain untuk Persipura Jayapura di Liga 1 Indonesia. Dia dikenal dengan teknik serangnya dan ketepatan umpanannya atau short-passing dengan kaki kirinya.

Pada 2011, Boaz mendapat tawaran bermain di klub Belanda VVV-Venlo, namun karena alasan keluarga ia memilih tetap bermain di Persipura Jayapura.

baca juga: Kabar Dunia Bola Dari Timnas Indonesia

Kehidupan pribadi:

Boaz lahir di keluarga Solossa, sebuah nama keluarga yang cukup terkenal di provinsi Papua Barat. Pamannya, Jaap Solossa, adalah gubernur Papua sebelum dia meninggal pada tahun 2005. Boaz lahir dalam keluarga sepakbola juga, menjadi anak bungsu dari lima bersaudara. Hampir semuanya menjadi pemain bola profesional, termasuk saudaranya Ortizan dan Nehemia. Boaz memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Cenderawasih pada tahun 2013. Dia juga bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Dalam dunia bola Indonesia, nama Boaz begitu disegani lawan-lawannya, bergitu juga dengan saudaranya yakni Ortizan Solossa.

Karir klub:

Pada tahun 2016 Boaz meninggalkan Persipura untuk pertama kalinya dalam karir dunia bola nya dan bermain untuk Carsae FC di Timor Timur, bergabung dengan sesama orang Indonesia Imanuel Wanggai dan Oktovianus Maniani. Namun, pada bulan April 2016 hanya bermain sebanyak empat penampilan di Timor Timur, Boaz akhirnya bersama Wanggai meninggalkan klub tersebut dengan persetujuan mutal untuk bergabung kembali dengan Persipura.

Karir internasional:

Debut internasional Boaz bersama timnas Indonesia, saat melawan Turkmenistan pada tahun 2004 untuk kualifikasi Piala Dunia 2006 di mana Indonesia menang 3-1 dan Boaz membuat dua assist untuk rekan setimnya Ilham Jaya Kesuma. Boaz dianggap sebagai prospek cerah dalam sepak bola Indonesia setelah tampil cemerlang di Piala Tiger 2004, di mana Indonesia dikalahkan Singapura dalam pertandingan tandang dan kandang, yang menghasilkan skor agregat 5-2 untuk Singapura. Di fase grup, Boaz berhasil mencetak 4 gol dan bersama Ilham Jayakesuma, yang mencetak 7 gol, keduanya memimpin chart scorers teratas.

Dia mengalami cedera setelah melakukan tackle dalam pertandingan persahabatan melawan Hong Kong, hal ini membuatnya absen dari Piala Asia 2007 dan menghilang dari sepakbola selama berbulan-bulan.

Setelah kegagalan lain bagi timnas Indonesia untuk menjadi juara di Kejuaraan AFF 2016, Boaz mengumumkan pengunduran dirinya dari skuad nasional untuk memberi kesempatan kepada pemain muda lainnya sekaligus mengakui “lelah melihat Indonesia tanpa trofi di turnamen”. Dia mengucapkan selamat kepada Thailand atas trofi kelima mereka dan mengakui bahwa “pemain Thailand dan penampilan mereka jauh lebih baik dan masih jauh dari jangkauan kami”. Namun, Boaz masih mengungkapkan niatnya untuk pensiun, dengan mengatakan bahwa dia ingin membicarakan masalah ini dengan keluarganya terlebih dahulu saat merayakan Natal di kampung halamannya di Sorong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *