Info Bola Terbaru: Mengenai Sejarah FIFA Puskas Award

Info bola terbaru kali ini kami akan menurunkan sejarah dibalik FIFA Puskas Award. Belum lama ini, perhelatan FIFA Puskas Award, baru saja di gelari di Zurich, Swiss Senin (9/1/2017).

FIFA Puskás Award merupakan penghargaan yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 2009 oleh FIFA (FIFA) atas perintah mantan FIFA presiden Sepp Blatter untuk penghargaan pemain, pria atau wanita dinilai telah mencetak paling estetis signifikan, atau “paling indah”, tujuan dari tahun ke tahun. Penghargaan ini untuk menghormati Ferenc Puskás, striker Real Madrid di akhir tahun 1950-an dan 1960-an, dan  pemain Timnas Hungaria yang sangat sukses di era yang sama. Puskás secara luas dianggap oleh banyak pengamat telah menjadi pemain sepak bola yang paling kuat dan produktif di benua Eropa dan mencetak rekor dunia dari 84 gol dalam 85 pertandingan internasional. Dia adalah salah satu dari top skor abad ke-20 dengan 512 gol dalam 528 pertandingan.

“Hal ini penting untuk melestarikan kenangan terhadap mereka yang hebat dalam dunia sepakbola yang telah meninggalkan jejak mereka pada sejarah kita. Ferenc Puskás tidak hanya pemain dengan bakat besar yang memenangkan banyak penghargaan, tetapi juga orang yang luar biasa. Oleh karena itu FIFA senang untuk membayar upeti kepada dia dengan mendedikasikan penghargaan ini untuk mengenangnya, “kata Blatter pada peresmian penghargaan di Budapest.

Waktu pertama kali FIFA Puskas Award  pertama kali adalah bulan Juli 2008 sampai Juli 2009. Penghargaan tahunan disajikan untuk pertama kalinya selama 2009 Untuk Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tanggal 21 Desember di Swiss, dan pemain Portugal Cristiano Ronaldo menjadi pemenangnya.

Kriteria peraih Puskas Award:

Baca juga: BERITA DUNIA OLAHRAGA TERKINI, INILAH 3 ATLET TERKAYA DI DUNIA 2017

   Ini harus menjadi gol indah (subjektif – penyebaran tujuan harus mencakup jarak tembakan, tujuan tim, tendangan overhead drama individu, dll).

   Itu harus diberikan “tanpa pembedaan kejuaraan, jenis kelamin atau kebangsaan”.

   Ini tidak harus menjadi hasil dari keberuntungan, kesalahan, penyimpangan oleh pemain lain atau pemain dalam posisi offside.

   Ini harus fair play, yaitu pemain seharusnya tidak berperilaku buruk dalam permainan atau telah didakwa dengan doping, misalnya.

Gol milik Faiz mengalahkan lesatan Marlone (Corinthians) dan pesepak bola wanita Daniuska Rodriguez (Venezuela U-17). Berdasarkan poling yang dilakukan di situs resmi FIFA, gol Faiz meraih 59,46 persen, Marlone dengan 22,86 persen, dan Daniuska dengan 10,01 persen. Dan Mofd Faiz Subri, meraih Puskas Award 2016, pada perhelatan di Zurich Swiss, 9/01/2017. Ia adalah pemain sepakbola Asia pertama yang meraih puskas Award. Sontak saja, pengumuman tersebut membuat kabar info bola terbaru yang paling fenomenal di awal tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *